Sabtu, 28 Oktober 2023

RESEARCH METHODS - Studi Implementasi Program Kampus Mengajar dalam Proses Pembelajaran Sekolah Dasar

HELENA HERLAMBANG (22302091001)

BERLIANA SHAKINAH YUSNI (22302091019)

 Judul:

Studi Implementasi Program Kampus Mengajar dalam Proses Pembelajaran Sekolah Dasar

 

( Suatu Studi di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Berdasarkan Peraturan Pendidikan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 )

 

Tujuan:

a. Untuk mendeskripsikan implementasi program Kampus Mengajar dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
b. Untuk mengetahui faktor pendukung dalam implementasi program Kampus Mengajar dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
c. Untuk mengetahui factor penghambat dalam implementasi program Kampus Mengajar dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
 

Hasil Wawancara

 

a.     Untuk mendeskripsikan implementasi program Kampus Mengajar dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

 

Dari Hasil Penelitian yang sudah dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumnetasitentang Implementasi Program Kampus Mengajardalam Proses Pembelajaran Sekolah Dasar diSekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kota Blitar.

 

Sosialisasi programm Kampus Mengajar

 

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untukmemberikan informasi kepada peserta atau calon peserta kampus mengajar untuk mendaftarkan dirinya dalam kegiatan kampus mengajar. Dalam kegiatan sosialisasi kampus mengajar faktor utama penentu keberhasilan nya merupakan sejauh mana sejauh mana informasi ini dapat diterima. Sosialisasi kampus mengajar sendiri melalui beberapa tahapyang pertama sosialisasi dilakukan dengan pihakuniversitas di mana sosialisasi ini bertujuan untukmemberi informasi kepada universitas untuksenantiasa mensupport peserta kampus mengajardalam pelaksanaan kegiatan, kemudian harapannyapanitia dapat memberikan atau universitas dapatmemberikan kepastian mengenai konversi SKS. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan dengan pihakUniversitas ini memiliki jadwal yang tertutup. Namundalam pelaksanaannya tidak semua kampus bisa hadir sebab memiliki beberapa alasan diantaranyatidak sampainya informasi kepada kampus mengenaisosialisasi, kemudian kurangnya kesadaran untukberpartisipasi dalam kegiatan Kampus Mengajar.

Selain kepada pihak Universitas panitia kampus mengajar juga melakukan sosialisasi kepada calon peserta kampus mengajar dalam hal ini adalah mahasiswa di mana sosialisasi ini dilakukan melaluiLive YouTube atau melalui Live Instagram milikKementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu sendiri.Dalam pelaksanaan sosialisasi, panitia kampusmengajar lebih sering menggunakan media sosial untuk kegiatan sosialisasi sebab saat ini sedang dalam kondisi Covid- 19 maka dari itu panitia memutuskan untuk melakukan sosialisasi melalui media sosial.

 

Proses pendaftaran dan proses seleksi Kampus Mengajar.

 

Pada proses pendaftaran program kampusmengajar sendiri dapat dilakukan melalui akun Merdeka belajar kampus Merdeka (MBKM ) dimanaakun ini sudah disiapkan oleh KementerianPendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sebelum menggunakan akun ini peserta Kampus Mengajar harus mendaftar di Akun MBKM, setelah itupendaftar harus melengkapi beberapa berkasdiantaranya, Curiculum Vitae, transkip nilai, sertifikatpengalaman organisasi, surat pernyataan kesediaan, surat akreditasi fakultas dan surat izin dari orang tua. Setelah proses pendaftaran, panitia kampus mengajar akan memproses berkas pendaftaran tersebut untuk dilakukan seleksi. Seleksi sendiridilakukan dengan cara melihat kebasahan berkas dankelengkapan berkas kemudian dilakakuan pe-rangkingan dalam satu daerah yang sama. Pe-rangkingan ini ditentukan dari beberapa point,masing-masing persyaratan memiliki bobot tertentu.

 

Pengumuman dan proses penempatan pesertaKampus Mengajar.

 

Peserta yang dinyatakan lolos akan diumumkan pada akun MBKM, pada tahap ini mahasiswa juga berhak menolalk tawaran. Setelahmenerima tawaran dan sudah terdaftar sebagaipeserta kampus mengajar maka peserta akanmendapatkan informasi terkait penempatan diSekolah Dasar maupun Sekola Menengah Pertamayang akan ditempati. Dalam proses penempatansendiri panitia melakukan proses pe-rangkingankembali untuk menetapkan lokasi pelaksanaanKampus Mengajar ini sendiri. Peserta KampusMengajar akan mendapatkan lokasi penempatan sesuai alamat domisili yang disi saat pendaftaran, jika dalam penempatan terdapat daerah sekitar domisili yang sudah penuh maka panitia akan mencarikanlokasi lainnya namun masih dalam lingkup satuKabupaten.

 

Namun dalam proses penempatan ini panitia kampus mengajar memiliki beberapa kesulitan untukmenentukan lokasi penempatan atau SD, makapanitia Kampus Mengajar juga memperbolehkanmahasiswa untuk mengajukan pemindahan SD dengan persyaratan tertentu, diantaranya Sekolah Dasar sudah tidak aktif lagi, SD ternyata memiliki akreditasi A atau bahkan SD merasa tidakmembutuhkan mahasiswa untuk membantu dalamkegiatan sekolah. Maka mahasiswa boleh mengajukan pemindahan, prosesnya sendiri mahasiswa akan diberi Google Form yang akan diisi untuk proses pemindahan. Jika mahasiswa sudahmengisi maka dari panitia kampus mengajar akandilakukan proses pemindahan tempat namun jikapada tahap 1 ini peserta belum diaprrovepemindahannya maka peserta harus mengajukan pemindahan ulang, jika dalam pengajuan namasekolah dasar memiliki kesulitan maka pesertaKampus Mengajar dianjurkan untuk melakukankoordinasi dengan Sekolah Dasar itu sendiri. Jikapemindahan atau penetapan lokasi sekolah sudahpasti, maka dalam akun MBKM aka nada nama danNPSN sekolah yang dituju.

 

Proses pembekalan peserta Kampus Mengajar.

 

Proses pembekalan dilaksanakan dalamwaktu 7 hari atau 1 Minggu, dalam pembekalan sendiri panitia Kampus Mengajar menghadirkan narasumber yang berasal dari internal Kemendikbudsendiri. Peserta Kampus Mengajar wajib menghadiripembekalan, sebab materi pembekalan inidisesuaikan dengan kebutuhan peserta saat dilapangan itu sendiri. Dalam proses pembekalan sendiri ada beberapa tugas yang diberikan oleh pemateri yang berbentuk studi kasus, tugas ini sendiri digunakan untuk latihan peserta kampus mengajar, bentuk soal sendiri melihat dari kondisi yang ada saat dilokasi.

Namun dalam pembekalan ini pesertaKampus Mengajar beranggapan prosesnya kurang efektif sebab terkesan terburu-buru dan peserta sendiri menjadi kelelahan dengan jadwal yang terlalupadat. Kondisi seperti ini menjadikan pesertaKampus Mengajar jarang mengikuti kegiatanpembekalan sehingga pembekalan sendiri menjadi tidak efektif.

 

Koordinasi peserta Kampus Mengajar dengan pihak terkait.

 

Koordinasi merupakan tahap yang dilakukansetelah proses pembekelan dalam hal ini koordinasidilakukan dengan berbagai pihak daintaranya, DPL(Dosen Pembimbing Lapangan) dan DinasPendidikan didaerah penempatan tersebut, dan Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kota Blitar. Koordinasi perlu dilakukan untuk melakukan prosespenggalian informasi, selain itu dalam koordinasi inijuga menjadi jembatan awal hubungan antara pesertaKampus Mengajar dengan pihak terkait sehingga akan membangun kerjasama yang baik. Pelaksanaan Program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kota Blitar.

Kegiatan koordinasi yang dilakukan olehpeserta kampus mengajar ini memiliki beberapatahapan. Pertama, koordinasi dengan DosenPendamping Lapangan (DPL) hal ini dilakukan pada tahapan pertama sebab nantinya DPL ini lah yang akan membantu dalam proses berjalannya kegiatan koordinasi namun dengan adanya kondisi Covid-19 koordinasi DPL dilakukan secara online. DPL sendirijuga harus melakukan koordinasi dengan pihaksekolah untuk proses penyerahan peserta Kampus Mengajar pada pihak sekolah itu sendiri. Kedua,peserta Kampus mengajar melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Blitar hal ini dilakukan untuk penyerahan peserta Kampus Mengajar ke Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kota Blitar. Ketiga, koordinasi peserta Kampus Mengajar dengan Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kota Blitar, dalam kegiatan inipeserta melakukan kegiatan observasi awal dengantujuan peninjauan lokasi melihat bagaimana topologisekolah tersebut.

 

Pelaksanaan Program Kampus Mengajar 1

 

Kegiatan Kampus Mengajar sendiri terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu, kegiatan mengajar dan kegiatan non mengajar. Kegiatan mengajar ini sendiri terdiri darikegiatan membuat materi ajar sesuai dengankebutuhan, berdiskusi mengenai perencaan yangsudah dibuat oleh peserta Kampus Mengajarmaupun denganpihak sekolah sendiri. Selain itu ada pula kegiatan non mengajar yaitu kegiatanadministrasi sekolah dan kegiatan adaptasiteknonologi, dalam pelaksanaan program ini peserta Kampus Mengajar juga harus membuat laporan harian dan mingguan yang kemudian di uplod padaakun MBKM, setelah proses uplod laporan ini nantinya Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan pengecekan dan proses evaluasi.

Pelaksanaan kampus mengajar memiliki banyak bagian maka dari itu peneliti merangkum menjadibeberapa point yaitu, kegiatan mengajar, kegiatan nonmengajar, sistem laporan mingguan dan harian, sertaproses pencairan dana.

1.     Kegiatan Mengajar

Peserta yang ditempatkan pada SDN Karangtengah 4 Kota Blitar ini berjumlah 6 orang, dalam kegiatan mengajar peserta kampus mengajar disebar kedalam 6 kelas. Dalam pembagian kelas tersebut peserta kampus mengajar bisa memilih sendiri sesuai dengan kesepakatan kelompok, satu peserta bertanggung jawab pada satu kelas dan disana peserta memiliki kewajiban untuk mendapingi guru dalam proses pembelajaran, tidak hanyamendapingi mahasiswa juga mengajar langsungdidalam kelas menggunakan materi yang berasal dari buku tema yang sebelumnya sudah diberikan olehguru. Dalam pelaksanaanya peserta didampingi dandibimbing oleh guru kelas mengenai langkah dan materi apa saja yang dibutuhkan saat prosespembelajaran.

Sebelum melakukan pembelajaran di Kelas,peserta Kampus Mengajar berkoordinasi denganguru-guru kelas untuk melihat pembelajaran apa yangnantinya dilakukan pada saat pembelajaran. Kemudian peserta Kampus Mengajar menyusun RPP(Rancangan Program Pembelajaran) dan kemudianmembuat media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi kemudian akan dipaparkan dalamkelas. Dalam proses pembelajaran yang dilakukanpeserta kampus mengajar memiliki ciri khas pembelajaran sendiri-sendiri. Namun dalam hal inipembelajaran sering dilakukan menggunakan mediapembelajaran dan mengutamakan metode diskusidalam kelas. Akhir pembelajaran pada kelas diakhiri dengan proses evaluasi siswa dimana proses ini peserta kampus mengajar akan memberikanbeberapa soal yang kemudian akan dijadikan bahanevaluasi.

Tentu saja guru di SDN Karangtengah 4 Kota Blitar sudah berpengalaman dalam melakukan pembelajaran, berdasarkan observasi yang dilakukana peneliti saat proses pembelajaran, dalamproses pembelajaran yang dilaksanakan guru hanyamenggunakan metode pembelajaran yang monotondimana guru hanya menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas saja. Selain itu, guru kurangaplikatif dalam menggunakan media pembelajaran,guru hanya terpaku pada buku tema saja. Hal inimengakibatkan pembelajaran menjadi kurangmenarik. Permasalahan ini muncul pada kelas kecil atau kelas bawah (Kelas 1, 2 dan 3). Namun pada kelas atas dikelas 5 dan 6 guru kelas sudah menggunakan media pembelajaran yang interaktif.

Media pembelajaran yang digunakan pesertakampus mengajar sangat bervariasi mulai daripembelajaran memanfaatkan teknologi (Quizizz,Power Point, Canva, Vidio Youtube), menggunakan media buatan sendiri. Hal ini perlu dilakukan media pembelajaran yang interaktif akan menambah pemahaman siswa dan membuat daya ingat siswa menjadi lebih kuat, sebab siswa akan lebih seringmengingat hal-hal yang lebih menarik. Media pembelajaran ini diinisiasi oleh peserta kampus mengajar sendiri dan berasal dari dana pribadi.

Kondisi Covid-19 memaksa guru untuk bisa menjalankan pembelajaran yang lebih aktif lagi dimana guru harus mengusai media pembelajaran, sebab saat ini pembelajaran bersifat daring dalam pelaksanaannya guru hanya menggunakan cara pemberian tugas dengan memberikan tugas dan dikirim melalui Whatsapp Group. Kondisi seperti ini tentunya juga membutuhkan peran serta orang tuadalam melakukan bimbingan pada siswa saat melakukan pembelajaran di rumah (Daring), sebab wali murid merupakan salah satu factor pendukung keberhasilan proses pembelajaran itu sendiiri selain itu dengan kondisi dirumah maka wali murid/orangtua siswa  lah yang berhak membimbing anak dirumah. Namun dalam proses pembelajaran Daringwali murid memiliki beberapa kesulitan sebab orangtua harus membeimbing anak ditengah kesibukanyang dijalani.

2.   Kegiatan Non Mengajar

Pelaksanaan program Kampus Mengajar jugaterdiri dari kegiatan non mengajar dimana kegiatan ini peserta kampus mengajar bisa melakukan aktifitaslainnya untuk membantu kegiatan disekolah. Dalam pelaksanaan kegiatan non mengajar sendiri pesertakampus mengajar terfokus pada kegiatan adaptasiteknologi yang difokuskan pada guru kemudian membantu administrasi sekolah. Sebelum pelaksanaan sendiri peserta kampus mengajar di SDN Karangtengah 4 Kota Blitar sudah memiliki beberapa program kerja yang nantinya akan merekalakukan selain kegiatan mengajar, perencanaan kegiatan disusun berdasarkan hasil keputusankelompok dengan mempertimbangkan kondisisekolahan yang ada. Namun dalam pelaksanaannyapeserta kampus mengajar juga menjalankan kegiatan non mengajarkan sesuai permintaan guru-guru sehingga peserta kampus mengajar sendiri akan memberikan materi sesuai yang diingkan guru. Dalam hal ini tergantung dengan kebutuhan guru itu sendiri.

Kondisi seperti ini menjadikan peserta KampusMengajar di SDN Karangtengah 4 Kota Blitar menjadi bagian dari sekolah yang diandalkan oleh guru-guru, sebab pada akhirnya disetiap kegiatan maupun tugas yang barkaitan dengan adaptasi teknologi, gurumenjadi lebih sering meminta bantuan padamahasiswa/ peserta kampus mengajar. Hal ini merupakan wujud dari kepercayaan sekolah yangmengandalkan peserta kampus mengajar itu sendiri.Terlalu banyaknya tuntutan dari guru untuk memahamkan banyak materi pembelajaran yangsecara mendadak tidak membuat peserta kampusmengajar merasa ini menjadi beban, sebab dari observasi yang peneliti lihat langsung, peserta kampus mengajar terlihat semangat dan selaluberusaha memberikan yang terbaik.

Selain kegiatan adaptasi teknologi, pesertakampus mengajar juga membantu administrasisekolah seperti kegiatan di perpustakaanmelakukan kegiatan penataan perpustakaan mulai dari labelling buku hingga penataan buku, dalam bukuperpustakaan sendiri di SDN Karangtengah 4 KotaBlitar masih terkesan berantakan sebab banyak bukuyang belum ditata bahkan belum dilabel.

Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi program Kampus Mengajar dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Berikut ini merupakan penjelasn tentangfactor pendukung dan penghambardalam Implementasi.

 

Faktor Pendukung Sosialisasi program KampusMengajar.

Faktor pendukung dalam kegiatan sosialisasisendiri berada pada proses kelancaran sosialisasiprogram Kampus Mengajar. Selain itu, universitasmerupakan salah satu faktor pendukung yangterpenting dalam sosialisasi ini sebab dalam pelaksanaannya Universitas menjadi tokoh utama untuk sosialisasi kepada mahasiswa itu sendiri. Kelancaran sosialisasi menjadi benar-benar berhasiljika kampus mengikuti kegiatan ini serta mendukung penuh untuk konversi, sebab saat ini dalam program Kampus Mengajara permasalahan konversi memang perlu segera diatasi. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Kampus Mengajar, Kak Rama, bahwa :

“Dari kampus-kampus yang memang sudah dari KMP sudah ikutan cukup akomodatif sudah sangat baik tanggapannya dan mendukung untuk konversi darikampus-kampus tersebut. Untuk sosialisasi yangtidak ikut kampus merdeka ini juga sangat sulit.”

 

Faktor Penghambat Sosialisasi program KampusMengajar

 

Kegiatan Kampus Mengajar ini ditujukan untukseluruh Universitas harapannya mahasiswa berkesempatan untuk belajar diluar prodi, namun dalampelaksanaannya sendiri banyak kampus yang belum berpartisipasi pada kegiatan kampus mengajar bahkandalam kegiatan kampus merdeka. Dalam kegiatansosisalisai sendiri banyak Universitas yang tidak bisahadir, ini disebabkan beberapa aspek diantaranya,komunikasi yang tidak sampau, keterlambataninformasi, atau panitia menghubungi nomor yang salah. Hal ini disampaikan oleh Koordinator KampusMengajar, Kak Rama, bahwa :

“Komunikasi ke kampus tidak semua kampusmau, ada banyak kampus yang gak datang dan gak hadir atau terlambat dapat informasi itu memang ada kendala ya. Terutama di kampus kampus mohon maaf di kampus yang kurang rame, kalau dari kampus yang top 50 sih daftar dan hadir semua ya.Untuk kampus selain itu mungkin saja tidak sampai sebab mungkin saja undangan masuk ke PC yang salah atau telat dalam mendapatkan informasi”

 

Faktor Penghambat Proses pendaftaran danproses seleksi Kampus Mengajar.

 

Dalam proses pendaftaran, kelengkapan berkasmenjadi sangat utama. Sebab dalam pelaksanaanseleksi kelengkapan berkas saat mendaftar akanmenjadi tolak ukur penentuan kelolosan peserta itusendiri. Dalam pelaksanaannya banyak ditemukanberkas persyaratan yang tidak sesuai ataumencurigakan yang dimaksut dalam hal ini keabsahan berkas persyaratan, salah satu contohnyapermasalahan matrai Paniti Kampus Mengajar sendirisudah memiliki tim untuk proses seleksi. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Kampus Mengajar, KakRama, 06 November 2021 bahwa :

“Banyak yang mengirimkan file yang meragunakan, kita punay tim untuk seleksi. Tim tersebut sudah cukup terpecaya. Ketika mereka menyatakan pesertalolos dan tidak lolos. Cuman masalahnya ada yangabu-abu, misalnya surat rekomendasinya tidak jelas isinya dicurigai materainya palsu. Itu kita cek rame-rame untuk melihat itu palsu.”

 

Faktor Penghambat Pengumuman dan ProsesPenempatan Peserta Kampus Mengajar.

 

Penempatan peserta kampus mengajar sendirimemiliki beberapa permasalahan, diantarnyaketerbatasan Sekolah Dasar didaerah tertentu yangbersedia atau yang memenuhi persyaratan lokasi penempatan. Selain itu, dalam beberapa daerah terdapat pendataan sekolah dasar yang sudah tidak akurat seperti, sekolah sudah tidak beroperasi, atau lokasisekolah yang tidak jelas. Hal ini disampaikan olehKoordinator Kampus Mengajar, Kak Rama, 06November 2021 bahwa :

“Ketersedian sekolah, tidak semua wilayah memilikisekolah dasar. Misalnya di Jakarta akreditasi C itu susah B pun jarang. Faktor penghambat paling besar diwilayah kota besar terkait ketersedian sekolah dasar. Kemuan di kepriau tidak tau mana sekolah dasar yang berada pada satu pulau, maka dari itu kita meminta mahasiswa untuk konfirmasi pada dinas Pendidikanterkait. Selain itu, banyak sekolah yang sudah tidak beroperasi karna suatu hal tertentu, atau bahkan sekolah dasar merasa tidak membutuhkan bantuan darimahasiswa.”

Faktor Penghambat Proses pembekalan pesertaKampus Mengajar.

 

Faktor penentu keberhasilan dalam prosespembekalan ini merupakan kehadiran mahasiswa itu sendiri, sebab pembekalan ini disiapkan oleh panitiauntuk peserta Kampus Mengajar agar nantinya dalampelaksanaan program peserta tidak merasa kesulitandalam pelaksanaan kegiatan. Namun dalamkenyataanya banyak sekali peserta Kampus Mengajaryang tidak hadir dalam kegiatan pembekalan ini sendiri. Hal ini disampaikan oleh Koordinator KampusMengajar, Kak Rama, bahwa :

“Banyak mahasiswa gak hadir, padahal pembekalan ini sangat penting ya untuk bekal peserta kampusmengajar ini, Kemarin dalam pembekalan sendiri di zoom itu ada sekitar 1000 orang terus di Youtube ada 2000 orang, nah yang ditanyakan sisanya ini kemana gitu. Selain itu, narasumber yang mendadak gakhadir. Jadi kami harus menjadi penggantinya.”

Selain itu, menurut peserta kampus mengajarsendiri dalam pembekalan memiliki beberapamasalah seperti, jadwal yang terlalu padat sehinggapembekalan tidak berjalan dengan baik dan pemberian tugas yang terlalu banyak. Hal inidisampaikan oleh peserta kampus mengajar, Ara,bahwa :

“Jadwalnya itu terlalu cepet dan panjang pembekalan itu dimulai dari jam

08.00 terkadang sampai jam 15.00 atau paling bentar itu jam 14.00. Ini tentunya tidak efektif ya apalagi ini dilakukan satu minggu full jadi terkesan grusah-grusuh jadi keteteran dimahasiswanya, belum lagi ada banyak tugas disetiap materinya dan penggunggahan jawaban itu sulit servernya sering down jadi disitu juga jadi beban kita.”

Faktor Pendukung Koordinasi peserta KampusMengajar dengan pihak terkait.

 

Seluruh pihak berkoordinasi dan mudah dihubungisehingga peserta Kampus Mengajar tidak merasakesulitan untuk mendapat informasi danberkoodinasi dengan baik. Hal ini disampaikan olehpeserta kampus mengajar, Tyra, bahwa :

“Koordinasi kita cukup lancar, soalnya dari pihak manapun korperatif. Dari Dinas Pendidikan Kota Blitar sendiri sangat support dan dari pihak Sekolah Dasar sendiri sangat welcome, dan DPL sendiri cukup responsive.”

 

Faktor Penghambat Pelaksanaan ProgramKampus Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 4 Kota Blitar.

 

Kegiatan mengajar.

 

Faktor penghambatan yang dirasakan guru dalamkegiatan mengajar sendiri berasal dari pembuatanmateri ajar, dimana saat ini guru dituntut untuk bisamemberikan materi ajar yang baik. Dalam kegiatanmengajar sendiri saat ini sekolah memiliki dua bagian yang beda yaitu Daring dan Luring. Kondisi seperti ini menciptakan guru harus lebih kreatif dalam menyiapkan media pembelajaran. Selain itu, untuk menyiapkan bahan ajar yang menarik dan dihubungkan dengan teknologi tentu saja membutuhkan perlatan penunjang seperti laptop, namun disini guru belum memiliki perlatan yang memadai Hal ini disampaikan oleh salah satu guru diSDN Karangtengah 4 Kota Blitar, Bu Friska, bahwa :

“Masalah yang umum dijumpai guru pada saatpembelajaran daring, pembuatan materi ajar yang memanfaatkan aplikasi, guru dituntut untukmenguasai penggunaan media elektronik seperti hpandroid dan laptop. Selain itu guru dituntut untuk dapat menggunakan aplikasi pembelajaran daring. Saat pembelajaran luring sendiri kendala yang dihadapi adalah pada saat guru harus mengulangmateri yang sama pada siswa yang berbeda dalam 1hari. Guru harus dapat mengkondisikan siswa agarselalu patuh patuh prokes. Guru harus menerapkanmetode pembelajaran yang efektif dan menarik untuk pembelajaran yang singkat.”

Dalam proses pembelajaran sendiri faktorpenghambat bisa muncul dari siswa itu sendiri,dimana siswa kurang koorperatif atau kurangkondusif saat pembelajaran. Selain itu, prosespembelajaran yang monoton membuat siswa sendirimudah jenuh. Semangat belajar siswa menurun inidisebabkan sudah hamper 2 Tahun siswa tidak masuk sekolah sehingga dengan kehadiran pesertaKampus Mengajar mampu meningkatkan semangat dari siswa itu sendiri, sebab pada dasarnya siswa menyukai suatu hal yang baru. Hal ini disampaikan oleh peserta Kampus Mengajar, Farentyra, bahwa :

“Kalau dari saya, siswa itu kurang antusias dalam pembelajaran kalua tidak menggunakan media yang menarik untuk mereka apalagi sudah hampir 2 tahun tidak masuk sekolah. Jadi dengan kehadiran kita ini harus melakukan inovasi pembelajaran harapannya setelah kita selsai menjalankan program ada sesuatau yang kami tinggalkan.”

Sedangkan dari siswa sendiri, kegiatan pembelajaran yang kurang menarik membuat siswakurang antusias. Hal ini disampaikan oleh siswa diKelas 5, Kirana, bahwa :

“Kalau kakak-kakaknya yang ngajar itu siswanya jadi kayak kak-kakkk saya kak, kalua gurunya yang ngajarlebih diem, gak rame gitu.”

Kegiatan non mengajar

Peserta Kampus Mengajar di SDN Karangtengah 4 Kota Blitar sendiri terfokus apada kegiatan adptasiteknologi, dimana peserta memberikan materi ataupelatihan untuk guru sehingga nantinya guru menjadi lebih kompeten lagi dalam penggunaan aplikasi yang menunjang proses pembelajaran itu sendiri. Selain itu, program kerja yang sering dirubah atau ketidak sepakatan dari Kepala Sekolah untuk pelaksaaanprogram kerja kemudian program kerja itudigantikan dengan kegiatan/pelatihan lainnya. Hal ini disampaikan oleh peserta Kampus Mengajar, Ara,bahwa :

 

“Ada beberapa saat dimana terkadang pihak Kepala Sekolah tidak setuju dengan program kerja yang kamiajukan. Terlebih lagi dalam waktu pelaksanaanya yang dirubah total sesuai keinginan Kepala Sekolah. Faktor penghambatnya yaitu guru yang kurang handaldalam memanfaatkan teknologi baik disekolahmaupun kehidupan sehari hari.”

 

Faktor Pendukung Proses Pencairan Uang Saku

 

Kelengkapan berkas persyaratan pencairan uang saku merupakan salah satu yangmempermudah proses pencairan itu sendiri, selain itukoordinasi antara peserta kampus mengajar denganDosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga menjadi faktor kelnacaran dalam proses pencairan uang saku itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh peserta kampusmengajar, Ara, bahwa :

“Kelancaran sendiri itu terletak di persyaratannya misalnya laporan mana saja yang akan menjadipersyaratan itu yang harus dipenuhi, terus koordinasiyang dilakukan dengan DPL itu sendiri. Soalnya kalaukita terlambat koordinasi juga bisa bikin macet pencairan.”

 

Faktor Pendukung Monitoring dan evaluasi akhir Program Kampus Mengajar.

 

Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi akhir sendiri dilakukan melalui Telegram dengan pihak panitia pusat, pada saat Kampus Mengajar Angkatan 1 sendiri kegiatan monitoring berjalandengan baik. Hal ini disampaikan oleh peserta Kampus Mengajar Angkatan 1, Erika, bahwa :

“Monitoring dilakukan melalui Telegramjadi mahasiswa melakukan sharing seasonpada Telegram dengan pihak panitiaKampus Mengajar.”

 

Faktor Penghambat Pencairan dana bantuanuang kuliah tunggal (UKT).

 

Pencairan dana uang kuliah tunggal (UKT) sendiri memiliki beberapa persyaratan diantaranya laporan awal, mingguan hingga akhir. Dalam pencairan ini sendiri membutuhuhkan kerjasama dari pihakkampus sendiri yaitu SPTJM surat inidigunakan untukmengkorfirmasi penerima bantuan UKT namun dalampelaksanaannya pihak Universitas belum mampumenerbitkan surat ini sesuai dengan waktu yangsudah ditentukan sehingga ini menghambahpencairan dana itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh peserta Kampus Mengajar Angkatan 1, Erika, bahwa :

“Persyaratan pencairan dan UKT sendiri harus sudah punya laporan harian, bulanan sampai akhir. Selain itu, pihak kampus juga harus mengisi SPTJM untuk proses pencairan UKT. Tapi ada hambatan beberapa dari kampus tidak setor SPTJM jadinya macet”.